Jumat, 01 Maret 2024

Generalisasi dalam berfikir

 

Suatu hari, Petruk, Gareng, Bagong, dan Semar sedang duduk di teras rumah sambil menikmati secangkir kopi.

Petruk : (sambil menyeduh kopi) Eh, tahu nggak, hari ini saya membaca bahwa jika seseorang suka minum kopi, maka dia pasti orang yang cerdas dan berkarakter kuat!

Gareng: Wah, bener nggak tuh, Petruk?

Petruk: Tentu saja! Lihat saja, kita semua suka minum kopi, kan? Itu artinya kita semua orang yang cerdas dan berkarakter kuat!

Semar: (sambil tersenyum) Maaf, nak, tapi itu adalah contoh dari logical fallacy yang disebut sebagai generalisasi.

Bagong: Generalisasi? Apa itu, Bapak?

Semar: Generalisasi adalah kesalahan berpikir di mana seseorang membuat kesimpulan umum tentang sebuah kelompok berdasarkan pada informasi yang tidak memadai atau hanya berdasarkan pada sedikit data.

Gareng: Oh, jadi nggak semua orang yang suka minum kopi otomatis cerdas dan berkarakter kuat?

Semar: Betul, Gareng. Ada banyak faktor lain yang mempengaruhi kepintaran dan karakter seseorang, bukan hanya dari minuman yang mereka konsumsi.

Petruk: (sambil menggelengkan kepala) Waduh, saya salah lagi. Tapi tetap saja, minum kopi itu enak!

Bagong: Iya, Bapak. Lagian, kalau minum kopi bikin pintar, aku mau minum kopi terus biar jadi jenius!

Semar: (tersenyum) Baiklah, tetapi ingat, cerdas dan berkarakter tidak hanya ditentukan oleh minuman yang kita minum. Yang penting adalah bagaimana kita menggunakan pikiran dan sikap kita dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam cerita ini, tokoh-tokoh menggunakan generalisasi (logical fallacy) untuk menyimpulkan bahwa mereka semua cerdas dan berkarakter kuat hanya karena suka minum kopi, padahal hal tersebut tidak bisa dipastikan secara logis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar