Minggu, 03 Maret 2024

Kebangkitan Nusantara

 

 

Sore itu udara cerah dan segar, angin semilir membelai wajah membawa ketenangan.  Mbah Semar sedang asyik duduk di Pendopo di temani Petruk.  Kopi dan gorengan menjadi teman yang nikmat untuk menikmati hari.

Petruk                  :  Romo, wis lama ini Nusantara menjadi terbelakang dan kesuliatan bersaing dengan Negara-negara lain.  Padahal dahulu kala Nusantara menjadi besar dengan kerajaan-kerajaan super powernya.  Itu juga yang membuat Tumaritis gabung ke Nusantara.

Semar                   :  Hehe yo opo toh... bangsa ini sudah terlalu lama di didik untuk jadi pecundang oleh para pendatang yang ingin mengambil kekayaan wilayah ini.

Petruk                  :  Tapi Romo, katanya ada ramalan yang bilang kalo Nusantara akan bangkit dan menjadi besar lagi.

Semar                   :  Hehehe.. opo toh.. ramalan itu hanya bisa terlaksana kalau penduduknya mau kembali ke masa keemasan Nusantara.

Petruk                  :  Seperti apa itu Romo?

Semar                   :  Setiap kejayaan suatu bangsa itu selalu di sertai dengan berkembangnya ilmu pengetahuan di negeri itu.  Rakyatnya berlomba-lomba untuk mengembangkan ilmu pengetahuan.  Dan setiap jaman itu selalu berbeda kebutuhannya untuk menjadikan suatu bangsa besar.  Missal, dahulu kala siapa yang bisa menaklukkan lautan maka dia akan menjadi Negara yang super power.  Berikutnya ada jaman di mana teknologi mulai di temukan dan Negara-negara yang menguasai teknologi dan mengatasi masalah yang timbul karenanya akan menjadi Negara super.  Seperti yang terjadi pada saat revolusi industry awal terjadi.  Dan sekarang eranya teknologi informasi dan digital maka siapa yang bisa menguasainya dialah yang akan Berjaya.

Petruk                  :  Nah, sekarang negeri ini pengguna interntenya dan teknologi informasinya termasuk yang terbesar di dunia, berarti kita akan menjadi Negara besar?

Semar                   :  Hehe.. yang membuat negeri ini jadi besar bukan hanya karena penggunanya yang besar, tapi juga inovasi dan penciptaan teknologi.  Kalau Cuma menggunakan malah jadi konsumen saja, mereka yang menguasai teknologi yang akan mendapat keuntungan dan menguasai para pengguna.

Petruk                  :  Nah berarti kita juga harus bisa membuat teknologi seperti Facebook, Handphone dan lain-lain?

Semar                   :  Kalau kita mulai lagi dari awal membangun teknologi maka kita akan ketinggalan.  Barang kita tidak akan bisa bersaing, kalau mau bersaing bukan lagi mulai dari awal dalam pengembangan teknologi, tapi justru mengembangkan teknologi yang lebih maju lagi dari yang ada sekarang, sehingga kita bisa menjadi pioneer dalam teknologi maupun industry.  Masyarakat juga harus mulai meningkatkan kualitas dan kapabilitas pengetahuan dan keahliannya agar bisa bersaing dengan robot dan AI yang saat ini lebih murah dan efesien dalam proses industry.

Petruk                  :  Opo bisa room? Masyarakat kita masih manja dan malas.  Keahlian pas-pasan tapi maunya di berikan pekerjaan dan fasilitas sementara dari luar sumberdayamanusianya sudah jauh lebih terlatih dan ahli sehingga sulit untuk bersaing dengan mereka.

Semar                   :  Yo.. bisa ae... tinggal mau atau tidaknya.  Pemimpin-pemimpinnya mau ndak mengembangkan sumberdaya yang ada, dan rakyatnya mau ndak belajar dan menjadi lebih bersaing untuk menjadi sumberdaya manusia yang berkualitas.  Kalau ndak ya.. wassalam.

Petruk hanya manggut-manggut sambil menyeruput kopinya.  Sementara mbah Semar memandang kea rah pegunungan yang asri dan mulai penuh dengan manusia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar