Sore itu udara cerah dan segar, angin semilir
membelai wajah membawa ketenangan. Mbah
Semar sedang asyik duduk di Pendopo di temani Petruk. Kopi dan gorengan menjadi teman yang nikmat
untuk menikmati hari.
Petruk : Romo, wis lama ini Nusantara menjadi
terbelakang dan kesuliatan bersaing dengan Negara-negara lain. Padahal dahulu kala Nusantara menjadi besar
dengan kerajaan-kerajaan super powernya.
Itu juga yang membuat Tumaritis gabung ke Nusantara.
Semar : Hehe yo opo toh... bangsa ini sudah terlalu
lama di didik untuk jadi pecundang oleh para pendatang yang ingin mengambil kekayaan
wilayah ini.
Petruk : Tapi Romo, katanya ada ramalan yang bilang
kalo Nusantara akan bangkit dan menjadi besar lagi.
Semar : Hehehe.. opo toh.. ramalan itu hanya bisa
terlaksana kalau penduduknya mau kembali ke masa keemasan Nusantara.
Petruk : Seperti apa itu Romo?
Semar : Setiap kejayaan suatu bangsa itu selalu di
sertai dengan berkembangnya ilmu pengetahuan di negeri itu. Rakyatnya berlomba-lomba untuk mengembangkan
ilmu pengetahuan. Dan setiap jaman itu
selalu berbeda kebutuhannya untuk menjadikan suatu bangsa besar. Missal, dahulu kala siapa yang bisa
menaklukkan lautan maka dia akan menjadi Negara yang super power. Berikutnya ada jaman di mana teknologi mulai
di temukan dan Negara-negara yang menguasai teknologi dan mengatasi masalah
yang timbul karenanya akan menjadi Negara super. Seperti yang terjadi pada saat revolusi industry
awal terjadi. Dan sekarang eranya
teknologi informasi dan digital maka siapa yang bisa menguasainya dialah yang
akan Berjaya.
Petruk : Nah, sekarang negeri ini pengguna interntenya
dan teknologi informasinya termasuk yang terbesar di dunia, berarti kita akan
menjadi Negara besar?
Semar : Hehe.. yang membuat negeri ini jadi besar
bukan hanya karena penggunanya yang besar, tapi juga inovasi dan penciptaan
teknologi. Kalau Cuma menggunakan malah
jadi konsumen saja, mereka yang menguasai teknologi yang akan mendapat
keuntungan dan menguasai para pengguna.
Petruk : Nah berarti kita juga harus bisa membuat
teknologi seperti Facebook, Handphone dan lain-lain?
Semar : Kalau kita mulai lagi dari awal membangun
teknologi maka kita akan ketinggalan. Barang
kita tidak akan bisa bersaing, kalau mau bersaing bukan lagi mulai dari awal
dalam pengembangan teknologi, tapi justru mengembangkan teknologi yang lebih
maju lagi dari yang ada sekarang, sehingga kita bisa menjadi pioneer dalam
teknologi maupun industry. Masyarakat juga
harus mulai meningkatkan kualitas dan kapabilitas pengetahuan dan keahliannya
agar bisa bersaing dengan robot dan AI yang saat ini lebih murah dan efesien
dalam proses industry.
Petruk : Opo bisa room? Masyarakat kita masih manja
dan malas. Keahlian pas-pasan tapi
maunya di berikan pekerjaan dan fasilitas sementara dari luar
sumberdayamanusianya sudah jauh lebih terlatih dan ahli sehingga sulit untuk
bersaing dengan mereka.
Semar : Yo.. bisa ae... tinggal mau atau
tidaknya. Pemimpin-pemimpinnya mau ndak
mengembangkan sumberdaya yang ada, dan rakyatnya mau ndak belajar dan menjadi
lebih bersaing untuk menjadi sumberdaya manusia yang berkualitas. Kalau ndak ya.. wassalam.
Petruk hanya manggut-manggut sambil menyeruput
kopinya. Sementara mbah Semar memandang kea
rah pegunungan yang asri dan mulai penuh dengan manusia.