Jumat, 19 Mei 2023

KISRUH MEMPERTANYAKAN KEABSAHAN HABAIB DAN KETURUNAN WALISONGO

 

Akhir-akhir ini dunia media sosial ramai dengan perdebatan mengenai keabsahan keturunan Ba'alawi dengan keturunan Wali Songo. Namun secara pribadi, saya hanya mengikutinya di YouTube. Terutama di channel Kiai/Gus/Ustaz Zaini dalam channel Zaini, dan Channel Hanif Farhan. Ada beberapa channel lain yang juga saya lihat, tapi tidak terlalu intens karena saya senang dengan kedua anak muda tersebut yang menyajikan konten-konten yang cerdas dan mengajak penonton untuk lebih cerdas dan mau berfikir lebih baik lagi. Anak-anak muda seperti mereka sangat dibutuhkan di negeri ini untuk memberikan pencerahan bagi masyarakat kita.

 

Menurut pendapat saya, keriuhan mengenai perdebatan ini adalah aksi dan reaksi atas upaya beberapa kelompok yang mencoba mengkapitalisasi massa menggunakan isu agama. Oleh karena itu, berbagai macam cara, isu, serta dalil berusaha didoktrinasi kepada masyarakat yang kurang mampu menggunakan intelektualitas mereka. Masalahnya timbul ketika satu kelompok menyinggung atau mendegradasikan kelompok lain yang berada di luar kelompok mereka.

 

Kapitalisasi massa ini memiliki dua keuntungan jika doktrinisasi berhasil membuat pengikutnya menjadi fanatik yang ekstrem, sehingga mereka tidak lgi dapat menggunakan logika berfikir yang kritis terhadap setiap masalah dan persoalan. Keuntungan pertama, kelompok ini bisa dijadikan alat untuk memperoleh materi dengan fanatisme dan doktrinisasi yang telah dimasukkan. Nah, yang kedua ini menjadi modal yang besar, sebagai investasi politik dan memiliki daya tawar politik yang besar bagi siapapun kelompok politik yang ingin memanfaatkan kapitalisasi massa ini demi kepentingan politik mereka, seperti untuk perolehan suara dan digerakkan untuk mengangkat isu-isu politik bahkan hoaks sekalipun, biasanya akan termakan oleh mereka yang sudah termakan oleh doktrin agama.

 

Oleh karena itu, masalah ini semakin meluas seiring berjalannya waktu. Semuanya dimulai dari hasil telaah ilmiah KH. Imaduddin tentang keabsahan Imam Ubaidillah, yang merupakan respons terhadap ceramah-ceramah beberapa habib yang mendiskreditkan Kiai yang dekat dengan pemerintah dan menafikkan keturunan WaliSongo.  Dan sekarang seolah-olah menjadi perseteruan antara penceramah-penceramah pendatang dari Yaman dengan Ulama dan masyarakat pribumi yang di dukung oleh keluarga Walisongo.

 

Dalam menyelesaikan masalah ini, kemungkinan menggunakan laporan polisi atau debat terbuka antara kedua belah pihak cukup rendah. Jika salah satu kelompok kalah dalam debat, kemungkinan mereka akan terus saling serang di media sosial. Oleh karena itu, ada dua pilihan yang perlu dipertimbangkan. Pertama, kita perlu berfokus pada upaya meningkatkan pemahaman masyarakat agar lebih cerdas dan terbebas dari dogma dan doktrin yang membelenggu. Dengan membangun kesadaran intelektual, masyarakat bisa mampu menghadapi masalah seperti ini dengan lebih bijaksana. Kedua, penting untuk mengamati apakah setelah pemilihan umum selesai, situasi ini akan mereda atau tidak. Dalam hal apapun, solusi jangka panjang terletak pada pendidikan dan kesadaran masyarakat yang lebih baik.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar