Kamis, 11 Mei 2023

BATAVIA DI AWAL PENDIRIANNYA

Pada tahun 1619, J.P. Coen, seorang pejabat VOC, memimpin ekspedisi ke Jawa Barat dan menemukan sebuah desa kecil bernama Jayakarta. Desa ini merupakan pusat perdagangan penting di Jawa Barat dan menjadi tempat tinggal orang-orang Cina dan pribumi. Coen melihat potensi besar di daerah ini dan memutuskan untuk membangun sebuah kota perdagangan di sini. Setelah berunding dengan raja Banten, VOC memperoleh hak untuk membangun kota perdagangan baru di daerah tersebut.

 VOC kemudian memulai pembangunan kota tersebut pada bulan Mei 1619. Karena daerah tersebut sangat lembap, VOC harus mengeringkan wilayah tersebut sebelum membangun kota. Mereka membangun tanggul untuk menahan air laut dan memindahkan air dari sungai-sungai kecil di sekitar daerah tersebut. Setelah berhasil mengeringkan daerah tersebut, VOC membangun sebuah benteng yang dijuluki "Benteng Batavia", sebagai pusat keamanan dan pertahanan kota.

 Selain membangun benteng, VOC juga membangun sebuah jalan utama yang menghubungkan kota ke pelabuhan di Teluk Jakarta.

Perjanjian tersebut memberi keuntungan besar kepada VOC, karena seluruh wilayah sekitar Batavia menjadi wilayah kekuasaannya. Selain itu, VOC juga mendapat izin untuk membangun benteng pertahanan di sekitar Batavia. Namun, keuntungan ini tidak didapatkan dengan mudah. VOC harus berjuang melawan para pemilik tanah dan raja-raja lokal yang mencoba melawan kekuasaannya.

 Pada awalnya, pemilik tanah sekitar Batavia menolak untuk menyerahkan tanah mereka kepada VOC. Mereka merasa tidak puas dengan nilai ganti rugi yang ditawarkan VOC. Akibatnya, VOC mengadakan perundingan dengan para pemilik tanah untuk mencapai kesepakatan. Setelah beberapa kali perundingan, pada tahun 1622 VOC berhasil mencapai kesepakatan dengan para pemilik tanah. VOC memberikan ganti rugi yang lebih tinggi dan memberikan hak milik atas tanah selama 30 tahun kepada para pemilik tanah.

 Sementara itu, raja-raja lokal yang berkuasa di sekitar Batavia juga mencoba melawan kekuasaan VOC. Salah satu raja yang paling terkenal adalah Sultan Agung dari Mataram. Pada tahun 1628, Sultan Agung menyerang Batavia dengan pasukan besar. Pasukan Sultan Agung berhasil menyerang benteng VOC dan hampir berhasil merebut kota tersebut.

 Namun, VOC berhasil mempertahankan diri dan mengusir pasukan Sultan Agung. Setelah kejadian ini, VOC membangun benteng yang lebih besar dan kuat untuk melindungi Batavia dari serangan musuh. Benteng tersebut dikenal dengan nama Kasteel Batavia atau Fort Batavia.

 Pada akhir tahun 1620-an, Batavia menjadi pusat perdagangan penting di Asia Tenggara. Perdagangan rempah-rempah, kayu cendana, kopi, gula, dan kain menjadi sumber keuntungan besar bagi VOC di Batavia. VOC juga membangun infrastruktur penting seperti jalan-jalan, jembatan, dan kanal untuk memudahkan transportasi dan perdagangan.

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar