Minggu, 02 April 2023

TRAGEDI SEPAKBOLA INDONESIA 2023, Piala dunia U-20 batal di Indonesia

 

Akhirnya piala dunia u-20 pun di batalkan di selenggarakan di Indonesia, dalam keterangan resminya FIFA mengatakan pembatalan itu di karenakan “due to current circumstances” atau berdasarkan situasi terkini, kalau kita melihat situasi terkini yang terjadi di Indonesia adalah penolakan dari dua kepala daerah yang telah berkomitmen untuk menjadi penyelenggara hajatan FIFA tersebut,  hanya selang beberapa hari menjelang drawing piala dunia u-20  2023, yang rencananya akan di laksanakan di Bali.

Namun, dalam paragraph yang lain FIFA menyatakan akan tetap berkomitment membantu sepakbola Indonesia pasca tragedy Kanjuruhan.  Dan dengan pernyataan ini semoga FIFA tidak menjatuhkan hukuman yang berat untuk sepakbola Indonesia, karena sekali lagi ada campur tangan pemerintah, dalam hal ini pemerintah daerah dalam urusan sepakbola.  Yaitu menolak salah satu peserta.

Ramainya isu penolakan Israel dan batalnya penyelenggaraan piala dunia u-20 ini di media social, terutamanya di twitter menimbulkan berbagai perdebatan.  Dari yang saya amati ada beberapa hal yang ingn saya uraikan dalam tulisan ini.

Pertama, para politisi penolak timnas Israel beralasan jika timnas Israel datang dan bermain di Indoenesia itu berarti kita melanggar konstitusi, karena kita tidak punya hubunngan diplomatic, dan Israel di anggap sebagai Negara penjajah sedangkan dalam konstitusi kita kita menolak penjajahan di atas dunia.  Untuk alasan ini tentu sangat aneh, karena para politisi itu tahu bahwa sebelumnya telah terjadi pertemuan IPU, yang merupakan pertemuan parlemen dunia yang di adakan di bali.  Dan dalam pertemuan itu perwakilan parlemen dari Israel datang secara resmi dan duduk bersama dengan parleman kita.  Dengan kehadiran mereka di acara tersebut berarti Indonesia sudah politisi senayan kita menerima Israel sebagai sebuah Negara, karena parlemen itu mewakili pemerintahan dan Negara Israel, apalagi Israel menganut sistem parlementer.  Jadi alasan ini sangat lucu dan tidak masuk akal karena sepakbola tidak ada urusan politik dengan pengakuan Negara atau tidak.  Dan FIFA sudah mengakui Palestina sejajar dengan Israel.  Karena dalam FIFA Israel dan Palestina sama-sama di terima.

Kedua, mereka beralasan bahwa penolakan ini adalah karena kemanusiaan.  Wow bagaimana anda bisa bilang anda pejuang kemanusiaan ketika anda tidak perduli dengan anak-anak anda sendiri, rakyat anda sendiri yang sudah mengorbankan waktu dan berlatih keras.  Para supporter yang sudah menabung jauh-jauh hari untuk bisa menonton pertandingan.  Para UMKM yang sudah memproduksi merchandise dan booking lapak, harapan mereka sirna dan kerugian yang di alamai para UMKM yang ingin berpartisipasi dan mendapatkan cuan dari even inipun sirna.  Dan yang katanya pejuan kemanusiaan itu malah bersorak dan dengan NORAKnya tertawa di atas kesedihan dan tangis mereka.  Apakah ini yang namanya EMPATI? Apakah bernar orang-orang seperti ini punya jiwa KEMANUSIAAN? Saya rasa tidak.  Ini hanyalah urusan politik praktis semata.  Itulah kenapa mereka bersorak kegirangan ketika melihat para pemain muda kita menangis, UMKM dan supporter bersedih dan termenung.

Dan Ketiga yang paling aneh lagi adalah ketika saya melihat di salah satu dialog televise ketika pembicara yang tahu bahwa Dubes Palestina maupun Pemerintah Palestina tidak masalah dengan kehadiran timnas Israel di Piala Dunia di Indonesia, dia malah mengatakan sebaiknya mereka, yaitu dubes Palestina tidak usah berkomentar atau ikut campur dengan urusan ini.   Lah.... ini kan jadi aneh ketika kita menggunakan nama Palestina sebagai alasan penolakan kita terhadap Israel, dan mereka bilang gak apa-apa koq, eh malah di bilang .. “udah diem lu gak usah ikut campur, ini urusan gue..”   lucunya negeri ini.... 

Pada akhirnya beberapa politisi mengatakan ini bukan kiamat sepakbola Indoenesia karena gagal jadi tuan rumah piala dunia u-20,  nah ini paling lucu, karena sama saja pak Indonesia juga gak akan kiamat kalau Pemilu di tidadakan, partai-partai di bubarkan dan kita kembali ke bentuk kerajaan.  Bisa di bayangkan bagaimana pola pikir orang-orang yang ada di politik kita saat ini.  Mereka tidak bisa berpikir solutip, bukan problem solver.  Bagaimana kita bisa maju? Yang tapi itulah kenyataanya kondisi bangsa kita saat ini.  SELAMAT DATANG DI PARTAI GOLPUT.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar