Jumat, 11 Juni 2021

JAWA DI MASA LALU, antara Sejarah dan Mitos

 

Pulau Jawa adalah sebuah pulau dengan penduduk terpadat di Indonesia.  Hal ini sudah terjadi sejak dahulu kala, dalam berbagai catatan-catatan kuno maupun semi modern mengenai sejarah Nuswantoro maka pulau Jawa sudah menjadi pulau dengan penduduk terpadat. Walau demikian sejarah peradaban Jawa yang dapat di temukan para ahli sejarah masihlah sangat muda bila di bandingkan dengan peradaban-peradaban kuno lainnya di dunia, seperti Mesir, Mesopatamia, Romawi, India, Cina dan lainnya.

Sejarah peradaban tanah Jawa dalam persepsi sejarah modern ini di mulai dari Jaman Kerajaan Tarumanegara yang di mulai pada abad ke Lima Masehi.  Selain itu yang masih jadi perdebatan adalah mengenai Kerajaan Salakanegara yang lebih tua di bandingkan Tarumanegara, namun catatan sejarah ini kurang di dukung oeh bukti-bukti fisik seperti prasasti atau peninggalan-peninggalan kuno lainnya.  Sejarah Salakanegara ini hanya berdasarkan catatan Wangsakerta serta beberapa catatan dari Cina dan Yunani pada abad ke dua Masehi.

Namun benarkah peradaban di Pulau Jawa baru terbentuk di abad ke dua Masehi atau abad pertama Masehi berdasarkan serat kuno dengan kedatangan Aji Saka.  Untuk mengetahui dan menganalisanya kita bisa melihat dari temuan-temuan arkeologi, geologi dan teori terbentuknya peradaban manusia.

Menurut data arkeologi berdasarkan penemuan fosil manusia purba di Pulau Jawa, Pulau ini sudah ada jenis Hominin Homo Erectus yang hidup di pulau ini antara 2 juta sampai dengan 108.000 tahun yang lalu.  Berdasarkan penemua fosil-fosil homo erectus ini, mereka sudah ada dan hidup tersebar di pulau Jawa.  Jadi kehidupan mereka tidak hanya terkonsentrasi dalam satu wilayah.  Bersama dengan fosil-fosil homo erectus ini juga di temukan berbagai jenis fosil hewan, di antaranya Gajah Purba (Stegodon, Buaya, Rusa, Gajah modern, dan Banteng. 

Jadi pulau Jawa ini sebenarnya sudah ada penghuninya sekitar dua juta tahun yang lalu Ketika homo erectus menjadi spesies homonym yang menguasai bumi.  Apalagi pulau Jawa berada di garis khatulistiwa dan memiliki tanah yang subur di karenakan banyaknya Gurung berapi.  Bahkan erupsi gunung berapi di pulau Jawa sudah terjadi sejak jutaan tahun lalu.  Beberapa gunung purba yang ada di Jawa  pernah Meletus dengan kedahsyatan yang luar biasa dan muntahan abu vulkaniknya menyebabkan tanah Jawa menjadi begitu subur.  Periode keberadaan spesies manusia di wilayah nusantara terjadi dalam dua periode masa, yaitu periode Pleistosen dan Helosen. 

Tentu yang menarik adalah meneliti bagaimana kehidupan manusia pada periode pleitosen akhri ke holosen.  Di mana saat itu dunia sedang mengalami suhu yang sangat dingin, Sebagian besar wilayah utara dan selatan telah membeku akibat turunnya suhu di bumi.  Terjadi migrasi besar-besaran baik manusia maupun hewan menuju tempat yang lebih hangat.  Seperti yang di gambarkan dalam film animasi Ice Age.  Pada masa itu di wilayah Nusantara yang berada pada garis khatulistiwa juga mengalami penurunan suhu.  Di wilayah ini terjadi pendangkalan air laut hingga 120 m.  hal itu menyebabkan daratan di wilayah kepulauan Nusantara sebagaian menjadi satu dengan Benua Asia dan menjadi sebuah benua besar yang di sebut dengan Paparan Sunda atau Sundaland.  Sementara di wilayah timur Nusantara Sebagian menyatu dengan benua Australia dan menjadi sebuah benua besar yang di beri nama Sahul Land.

Akhir periode pleistosen atau biasa di sebut dengan Last Glacial atau berakhirnya Ice Age terjadi sekitar tahun 12.000 – 11.000 SM.  Bagaimanakah keadaan manusia di wilayah Nusantara saat itu?  Berdasarkan penemuan-penemuan artefak peninggalan masa lampau, di perkirakan manusa modern seperti kita saat ini sudah sampai di wilayah Nusantara antara 60.000 – 30.000 tahun yang lalu, yang tersebar di seluruh wilayah di Nusantara, termasuk di Jawa tentunya.

Lalu bagaimanakah kehidupan manusia memasuki masa holosen, Ketika salju mencair.  Air bah dating menenggelamkan sejumlah daratan yang menghubungkan Asia dengan pulau-pulau di Nusantara?  Apakah ada peradaban yang lebih maju di bandingkan manusia gua yang masih primitive di masa itu?  Lalu di awal holosen 11.000 SM hingga awal Masehi bagaimanakah evolusi peradaban manusia di tanah Jawa? Apakah selama ribuan tahun hidup di tanah yang subur dengan berbagai sumber daya yang tersedia tidak ada peradaban yang lebih maju  selain orang-orang primitive yang tidak mengenal peradaban?

Berhubung sejarah peradaban pra Hindu tidak terdapat banyak literatur dan bukti-bukti fisik sejarah maupun sisa peradaban yang dapat di temui, maka sejarah Jawa hanya dapat di analisa dan di buat hipotesanya.  Hingga saat ini di Gunung Padang di percaya sebagai peninggalan peradaban kuno di pulau jawa yang mempunyai usia sekitar 12.000 tahun yang lalu.  Jika melihat usia peradaban Gunung Padang maka bisa di katakana bahwa saat itu adalah masa akhir pleistosen – awal holosen, di mana pada saat itu itu es=es yang ada di utara dan selatan bumi Sebagian besar mencair dan daratan=daratan rendah yang ada di Paparan Sunda/Sundaland dan Sahul tenggelam.  Hingga terbentuklah kepulauan di Nusantara seperti yang sekarang ini.  Mulai saat inilah terputus komunikasi atau jalur antara manusia yang ada di pulau-pulau di Nusantara dengan wilayah benua Asia.